4 Mangga Paling Populer di Indonesia, Sudah Cicipi Mangga Lali Jiwo?

Siapa yang tidak mengenal buah mangga? Buah yang satu ini adalah salah satu jenis buah yang populer di Indonesia.

Buah mangga dikenal karena rasanya yang manis dan menyegarkan.

Sudah menjadi rahasia umum, Indonesia adalah salah satu negara penghasil mangga di dunia.

Setidaknya, banyak jenis-jenis mangga yang mudah ditemukan dan dicoba di Indonesia.

Tak mengherankan, buah mangga dikenal sebagai ‘The King of Fruits’ atau ‘Rajanya Buah’.

Berikut adalah empat jenis mangga yang populer di Indonesia: 1.

Arum manis Melansir ppid.pertanian.go.id, jenis mangga arum manis yang satu ini sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia.

Sesuai namanya, mangga arum manis memiliki rasa yang manis dan berbau harum.

Selain itu, mangga arum manus memiliki daging yang sangat lembut dan biji buah yang relatif kecil.

Ketika matang, mangga arum manis akan bewarna kecokelatan saat matang.

2.

Gedong gincu Melansir litbang.pertanian.go.id, mangga gedong gincu memiliki aroma yang sangat tajam.

Selain itu karakteristik dari mangga ini adalah kulit buahnya yang bewarna merah menyala.

Namun, mangga gedong gincu juga mempunyai kulit berwarna warni seperti hijau dan kuning kemerahan yang menyebabkan mangga ini dinamakan mangga gincu.

Buah mangga ini juga memiliki serat tinggi.

3.

Golek Jenis mangga golek memiliki bentuk yang unik dibandingkan jenis mangga yang lain.

Sebab, bentuk mangga ini memanjang dengan sepanjang kulitnya terdapat bintik-bintik warna putih kehijauan yang akan mencoklat ketika sudah matang.

Mangga golek tidak terlalu banyak kadar airnya saat dipotong tetapi saat terlalu matang kadar airnya meningkat dan rasanya mirip papaya.

4.

Lali Jiwo Mangga lali jiwo dikenal karena rasanya yang manis dan menyegarkan.

Mangga lali jiwo mempunyai ukuran sedang, tidak terlalu kecil tetapi juga tak terlalu besar.

Berat rata-ratanya hanya 20-gram dengan ujungnya yang bulat.

Saat matang, buah mangga ini memiliki rasa yang manis dan warnanya kuning.

NAOMY A.

NUGRAHENI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Destinasi Wisata Jarang Dikenal di Indramayu: Hutan Mangrove sampai Pulau Biawak
Next post Tinjau Glamping di Yogya, Sandiaga Uno Minta ASEAN Tourism Forum 2023 Dimatangkan