5 Tips Bepergian dengan Balita di Pesawat Terbang Agar Nyaman

Jakarta -Begitu banyak orang tua khawatir akan penerbangan pertamanya dengan anak usia di bawah lima tahun disingkat balita.

Kekhawatiran itu berupa sikap anak yang rewel atau menangis sehingga dimungkinkan mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Tapi sebenarnya hal ini bisa diatasi apabila orang tua mempersiapkan rencana perjalanan pesawat terbang dengan baik.

Seorang dokter anak di Seattle Children’s Hospital, Mollie Graves Grow, menyarankan usia ideal bayi diperbolehkan melakukan perjalanan dengan pesawat adalah sekitar tiga sampai enam bulan.

“Di usia itu, bayi sudah mendapat imunisasi primer dan masa kerewelan/kolik terburuk berlalu,” ujarnya dikutip Tempo dari Very Well Family, Jumat, 14 Oktober 2022.

Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan orang tua saat mengajak balita dalam perjalanan jauh dengan pesawat terbang? Dilansir dari laman Mum on the Move, berikut tips bepergian dengan balita supaya aman dan tidak rewel di dalam pesawat: Mengantisipasi suatu hal tak terduga terjadi, usahakan untuk datang di bandara lebih awal.

Pergi ke bandara lebih awal memberi kesempatan kepada balita untuk mengeluarkan semua energi yang bersemangat itu.

Sekaligus memberi waktu luang untuk memastikan seluruh keperluan dan kebutuhan telah dibawa.

Jika balita maupun orang tua ingin ke kamar mandi, lakukan segera selagi waktu masih ada.

Perjalanan dengan pesawat tidak seperti menaiki mobil atau transportasi umum yang bisa berhenti suatu saat.

Sehingga, segala kebutuhan yang diperlukan untuk balita tidak boleh ada satupun yang ketinggalan.

Barang-barang tersebut, antara lain popok, camilan, selimut, dot, mainan, pakaian ganti, dan lainnya.

Baca : Alasan Bayi Mengalami Mabuk Perjalanan dan Cara Pencegahannya Jika balita masih cukup kecil untuk muat di gendongan bayi, pastikan orang tua untuk membawanya.

Dengan gendongan itu, membuat anak lebih cepat dan pulas tidur di dalam pesawat.

Jika dimungkinkan, balita bisa tidur sebelum memasuki pesawat sehingga selama perjalanan tidak dimungkinkan adanya kerewelan pada balita.

Penerbangan jarak jauh membuat balita akan mudah lelah hingga rewel.

Orang tua perlu menghibur mereka sepanjang perjalanan untuk mengantisipasi hal itu terjadi.

Namun, ada cara mudahnya yaitu memiliki jadwal penerbangan malam.

Dengannya, anak dimungkinkan tidur di sebagian besar perjalanan alias orang tua tidak perlu repot menghiburnya terlalu lama.

Jika balita tidak dimungkinkan untuk bisa tidur, orang tua harus menghiburnya sepanjang perjalanan guna mengantisipasi si anak menangis atau rewel.

Ini bisa dilakukan dengan memberikan mainan kesukaannya.

Atau, bisa juga dengan memberikan tontonan video film anak yang dia suka.

HARIS SETYAWANBaca : Balita 3 Tahun Selamat dari Penembakan di Thailand

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Gunung K2, Gunung yang Disebut Paling Sulit Didaki dan Ditakuti di Dunia
Next post Menyusuri Pattaya Floating Market Sambil Berburu Kuliner Khas Thailand