86 Tahun Sirup Tjampolay, Terbuat dari Apa Sirup Legendaris Asal Cirebon Ini?

Salah satu sirup legendaris dari kota Cirebon yang masih bertahan sampai saat ini adalah Sirup Tjampolay.

Terbuat dari apakah sirup tersebut? Mengutip dari History of Cirebon, Sirup Tjampolay merupakan salah satu kekayaan kuliner yang dimiliki oleh kota Cirebon yang pertama kali diproduksi oleh Tan Tjek Tjiu, pada 11 Juli 1936.

Jika dihitung, usia produk sirup ini sudah 86 tahun.

Kemudian pada 1964, setelah Tan Tjek Tjiu meninggal, produksi Sirup Tjampolay sempat berhenti beroperasi selama 6 tahun.

Selanjutnya pada 1970, Sirup Tjampolay kembali diproduksi oleh anak Tan Tjek Tjiu, Setiawan.

Namun di tangan Setiawan pun produksi sirup sempat terhenti.

Kemudian pada 1983, produksi sirup bangkit kembali untuk bersaing dengan produk sirup lainnya yang sudah dikenal terlebih dahulu.

Mengutip dari situs Sirup Tjampolay, sirup ini menggunakan gula murni bukan gula sakarin.

Sehingga, tidak memiliki efek samping bagi kesehatan.

Hal ini membuat cita rasa Sirup Tjampolay tetap terjaga sampai saat ini.

Nama Tjampolay sendiri merupakan jenis buah-buahan yang dijadikan sebagai bahan sirup itu.

Pada awalnya, sirup ini hanya diproduksi dengan tiga varian rasa, yaitu rasa rozen rose, asam jeruk dan nanas.

Namun pada periode 1990-an, ketika anak sulung Setiawan, Budiman, mulai turun tangan membantu, varian Sirup Tjampolay bertambah.

Dari yang awalnya hanya memiliki tiga varian, kini Sirup Tjampolay memiliki sembilan varian.

Sirup Tjampolay memiliki berbagai varian rasa yang lebih bervariatif, diantaranya rasa rozen rose, asam jeruk, nanas, pisang susu, melon, buah leci, mangga gedong, jeruk nipis dan kopi moka.

Adapun rasa yang paling disukai banyak orang adalah rasa pisang susu.

Sirup Tjampolay dikemas dalam botol kaca berukuran 630 ml, dilengkapi label dan penutup botol yang masih mengusung konsep kesederhanaan atau masih sama seperti saat pertama kali diproduksi.

RINDI ARISKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Ziarah ke Pemakaman Raja-raja Mataram di Imogiri Mendaki Ratusan Anak Tangga
Next post Destinasi Wisata Jarang Dikenal di Indramayu: Hutan Mangrove sampai Pulau Biawak