Karapan Sapi, Tradisi Agraris, dan Penyebaran Islam di Madura

Final Karapan Sapi Piala Presiden 2022 digelar di Stadion Karapan Sapi Moh.

Noer, Kabupaten Bangkalan, Ahd, 16 Oktober 2022.

Gelaran tahunan yang sempat mandek gara-gara pandemi Covid-19 ini disaksikan ribuan penonton.

Total 24 pasang sapi turut lomba pacu itu.

Bangkalankab.go.id.

menyatakan peserta adalah wakil dari empat kabupaten di Pulau Madura, dengan masing-masing enam sapi.

Melansir laman petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id, Karapan Sapi merupakan acara permainan khas masyarakat Madura, Jawa Timur.

Ini balapan sapi dengan lintasan pacuan sekitar 100 hingga 200 meter.

Sapi tercepat adalah pemenang.

Biasanya perlombaan berlangsung sekitar satu menit atau bahkan hanya 10 detik.

Karapan Sapi biasanya digelar tiap tahun pada Agustus atau September.

Sedangkan finalnya pada akhir September atau Oktober.

Bagi masyarakat Madura, karapan sapi bukan hanya sekedar arena adu cepat.

Ajang ini juga merupakan sarana untuk adu gengsi, adu pestise, dan harga diri.

Disebut karapan atau kerapan sapi lantaran menggunakan sapi untuk diadu kecepatan larinya atau ê kerrap.

Bukan ditunggangi seperti kuda.

Perlombaan ini membutuhkan dua sapi.

Keduanya ditautkan dengan pangonong pada bagian leher sehingga menjadi satu pasangan.

Sepasang sapi ini disatukan dengan semacam kereta kayu di bagian belakang.

Di kereta kayu inilah joki sapi mengendalikan agar berlari secepat mungkin.

Agar sapi lari kencang, joki, disebut juga bhuto atau tokang tongko’, menggunakan perlengkapan berupa pangonong dan kalêlês.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Cara Mendapat Tiket Masuk Disneyland Tokyo Hingga Museum Ghibli
Next post Ngopi Serasa di Atas Awan, Coba ke Kafe di Gunung Telomoyo Magelang