Kiat Suami agar Bisa Bahagiakan Istri

Spesialis kandungan dokter Boyke Dian Nugraha menyebut titik-titik Grafenberg atau G-spot, yang bila mendapatkan rangsangan diyakini dapat memberikan kenikmatan pada wanita saat berhubungan intim.

G-spot merupakan area pada wanita yang sangat sensitif saat berhubungan suami istri.

“Ada yang di serviks, di payudara, di vagina dalam.

Tapi 70 persen itu di antara jam 11 sampai jam 12 (malam),” ujar Boyke.

Boyke menuturkan, pada vagina letaknya di sepertiga bagian atas.

Pria perlu memperkirakan secara tepat titik ini demi menghindari munculnya rasa sakit bagi wanita.

Menurut Boyke, sekitar 70 persen wanita memiliki G-spot.

Namun, banyak yang tak tahu letaknya sehingga perlu dicari.

Dia menambahkan, seperti pria, para wanita juga perlu mendapatkan kepuasan saat melakukan hubungan intim.

“Jadi lelaki sekarang enggak gampang juga, sudah ditambah stres pekerjaan, pandemi, kurang berolahraga, umumnya lelaki sekarang ini loyo,” jelas Boyke.

Pemerhati masalah seks dan keharmonisan rumah tangga itu juga mengatakan saat wanita orgasme maka rahimnya akan berkontraksi dan mengisap sel telur lebih cepat dari yang tidak orgasme.

“Penelitian menunjukkan 30 persen yang namanya relaksasi setelah orgasme mengakibatkan mudahnya terjadi implantasi daripada penghasil telur,” ujarnya.

Namun, tak semua wanita bisa merasakan orgasme.

Penyebabnya antara lain suami tak tahu letak titik erotik wanita dan sang istri tak memiliki pengetahuan tentang orgasme.

Para suami perlu mengeksplorasi titik-titik ini yang umumnya berada di payudara dan vagina.

Dalam kesempatan itu, wakil presiden Wanita Indonesia Sehat dan Harmonis (WISH), Dhila, mengatakan saat ini muncul gaya hidup yang disebut hustle culture, yakni tekanan untuk bekerja lebih banyak dan lebih sibuk dari yang lain, bahkan dianggap hal yang normal.

Hal itu antara lain didorong kebutuhan hidup yang tinggi, budaya kerja yang mulai bergeser dari kebutuhan hingga jadi kebiasaan.

Padahal, gaya hidup ini bisa berdampak pada kesehatan, fisik, dan mental, yang bisa berujung pada masalah vitalitas pria dan masalah seksual lain.

Menurutnya, karena kelelahan dan banyaknya tekanan hidup, tak jarang hal ini memicu penurunan gairah seks pria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Jika Dilakukan dengan Benar, Inilah 3 Manfaat Olahraga pada Malam Hari
Next post Apa Itu Terapi Perilaku Dialektika?